Tampil Keren Dengan Jam Tangan Terbaru
Bukan sekedar aksesoris, bagi seorang pekerja keras
jam tangan merupakan hal penting dalam menunjang kinerja seorang pemakainya.
Sebuah jam tangan tidak hanya menjadikan sebuah pekerjaan tuntas, tapi juga
menunjang bekerja secara cerdas. Ketika memulai hari dengan segudang aktivitas,
jam tangan selalu menjadi pengingat setia penggunanya. Baik saat bangun tidur,
masuk kerja, rehat, bahkan deadline yang selalu membuat kepala kita panas
dingin he-he-he. Nah disinilah jam tangan sangat bermanfaat mengingatkan pentingnya
kontrol waktu dalam menjalankan aktifitas sehari – hari.
Bagi yang nggak biasa
menggunakan jam tangan dengan alesan ribet, kamu belum pernah coba aja. Jam
tangan merupakan penunjuk waktu yang mudah dan sangat efisien. Loh…kan udah ada
gadget? Gadget itu hanya penunjang saja, peran jam tangan sebagai penunjuk
waktu paling efisien tidak dapat di geserkan. Nggak perlu repot keluarin gadget
dari saku, lebih cepat kan. Selain itu menunjang pemakai nya sehingga terlihat
lebih elegan di kehidupan sehari – hari.
Baik pria maupun wanita tidak alasan untuk tidak
menggunakan jam tangan, apalagi tampil keren dengan jam tangan terbaru. Kaum milenial zaman now, yang lebih
memilih nonton youtube dibanding nonton acara televisi yang itu – itu aja. Yang
lebih pusing bikin caption di Instagram dari pada memperbaiki masa lalu yang
kelam, he-he-he…
Mungkin pilihan jam tangan berikut ini dapat
mempresentasikan karakter kamu :
- Classic Watch.
![]() |
| The Watch.Co klasik |
Jika kamu memilih untuk
memakai jam tangan klasik, maka kamu adalah orang yang sangat menyukai
kenyaman, rileks dan damai. kamu praktis dan tidak suka menyia-nyiakan waktu, terutama
ketika Anda memiliki banyak pekerjaan.
Pria
: Jam Tangan Classic Pria
Wanita : Jam Tangan Classic Wanita
- Minimalist Watch.
![]() |
| The Watch Co Minimalist |
Jika kamu memilih untuk
memakai jam tangan minimalis itu berarti
kamu sosok yang praktis dan peka. Mungkin sedikit menunjukkan bahwa kamu cenderung
tipe introvet, Tapi jangan khawatir, itu tidak berarti bahwa orang akan
menganggap kamu sebagai seseorang yang pendiam dan membosankan kok.
Pria : Jam Tangan Minimalis Pria
Wanita : Jam Tangan Minimalis Wanita
- Performance Watch.
![]() |
| The Watch.co Performance |
Jika
kamu memilih untuk memakai jam tangan jenis ini, pemakai jam tangan performance
cenderung menyukai kegiatan luar ruangan. Mereka aktif dan suka tepat waktu.
Sekarang tidak hanya pria yang memakai jam tangan jenis ini. Banyak wanita
memakainya karena mereka merasa nyaman saat melakukan aktivitas luar ruangan
karena merasa modis dan menarik perhatian.
Pria
: Jam Tangan Performance Pria
Wanita
: Jam Tangan Performance Wanita
Sebuah
jam tangan tidak hanya sebagai penunjuk waktu, tetapi jam tangan adalah sebuah
gaya, cerita, dan sejarah yang menunjukkan karakter pemakainya. Oleh karena
itu, pilihlah jam tangan yang tepat kriteria dan sesuai dengan karakteristik
penggunanya.
Ogah
ribet dan nggak mau salah pilih? silakan kamu cek link di bawah ini :
1. Jam tangan pria : https://www.thewatch.co/
2. Jam tangan wanita : https://www.thewatch.co/
3. Jam tangan terbaru : https://www.thewatch.co/
Atau kamu semua bisa kunjungi tokonya langsung di The Watch Store yang lagi traveling sempetin mampir ya.
Filosofi Bapak Pendidikan Indonesia di Era Milenial
![]() |
| Ki Hadjar Dewantara |
Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sangat dibutuhkan dalam
menghadapi perubahan dan perkembangan dunia saat ini yang sangat cepat sehingga
akan sulit membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, terutama informasi
digital di era milenial. Peraturan Presiden (Perpres) nomor 87 Tahun 2017
tentang Penguatan Pendidikan Karakter menunjukkan bahwa Presiden Joko Widodo
menaruh perhatian besar pada PPK. 70 persen pendidikan dasar, yakni jenjang SD
dan SMP, harus bermuatan PPK. Walaupun pendidikan karakter sudah diterapkan
oleh sekolah – sekolah di seluruh Indonesia, apakah kualitas pendidikan kita
makin baik? Merata iya, tapi kualitas pendidikan kita masih jauh dibandingkan
negara berkembang lainnya. Benar, mungkin pendidikan tidak bisa dijadikan
perbandingan, tapi mari kita belajar dari apa yang dilakukan oleh negara maju.
Bukan untuk meniru cara mereka, tapi untuk memperbaiki pola belajar – mengajar
di negeri ini. Sudahkah guru, orang tua, dan lingkungan di sekitar kita support
terhadap apa yang diperjuangkan pemerintah untuk memperbaiki pendidikan? Yang
mereka tahu hanya berapa peringkat anaknya saat kenaikan kelas atau kelulusan.
Bukankah karakter tak melulu tentang
nilai akademis. Manusia memiliki daya jiwa yaitu cipta, karsa dan karya.
Pengembangan manusia seutuhnya menuntut pengembangan semua daya secara
seimbang. Pengembangan yang terlalu menitikberatkan pada satu daya saja akan
menghasilkan ketidakutuhan perkembangan sebagai manusia. Pendidikan yang
menekankan pada aspek intelektual belaka hanya akan menjauhkan peserta didik
dari masyarakatnya. Dan ternyata pendidikan sampai sekarang ini hanya
menekankan pada pengembangan daya cipta, dan kurang memperhatikan pengembangan
olah rasa dan karsa. Jika berlanjut terus akan menjadikan manusia kurang
humanis atau manusiawi. Kita dapat teladani dan teruskan perjuangan bapak
pendidikan Indonesia.
Bapak Pendidikan Indonesia
“Ing Ngarsa Sun Tuladha;
Ing Madya Mbangun Karsa; Tut Wuri Handayani”, merupakan salah satu ajaran Ki
Hajar Dewantara yang begitu popular yakni guru itu harus bisa menempatkan diri
di setiap posisi dengan baik. Di depan, sewaktu memimpin (Ing Ngarsa Sun
Tuladha), mereka harus memberikan suri tauladan yang baik. Ketika di
tengah-tengah (Ing Madya Mbangun Karsa) dia harus bisa memompa semangat anak
didiknya, dan ketika di belakang/mengikuti (Tut Wuri Handayani) dia harus
menjadi motivator/pendorong semangat anak didiknya. Seolah hanya filosofi
trilogi kepemimpinan dari Ki Hajar Dewantara yang diingat oleh semua guru.
Padahal bapak Pendidikan Indonesia juga mengajarkan filosofi tentang “Belajar
Tiga Dinding”. Maksud dari ajaran tersebut, sebaiknya para murid di sekolah itu
belajar dalam ‘ruangan tiga dinding’. Tentu perkataan dari Ki Hajar Dewantara
ini tidak hanya diterjemahkan secara eksplisit semata. Makna dari tiga dinding
itu adalah, ruang kelas tersebut harus ada yang terbuka satu di mana hal ini
dimaksudkan agar para guru dan siswa bisa melihat pemandangan di luar kelas. Filosofi
ini ternyata begitu penting dan benar adanya. Masih banyak di luar sana yang
bangga ketika anaknya memperoleh nilai tinggi di semua mata pelajaran. Tapi
mengkesampingkan karakter anak, apa passion anak, dan mau difokuskan kemana
setelah lulus. Albert Einstein pernah bilang “ setiap anak adalah jenius, tapi jika kamu nilai
seekor ikan dari cara ia memanjat pohon, maka dia akan terlihat bodoh seumur
hidupnya”. Anak harus diberi ruang untuk memilih, dan itulah tugas orang tua
yang sesungguhnya, memunculkan karakter seorang anak yaitu mengarahkan kemana
minat anak.
Berani Beda Itu Baik
Harus berani
berbeda, karena apa yg kita pelajari di sekolah itu sama, mata pelajaran sama,
yang diajarkan sama, pengajarnya pun sama. Bisa jadi ilmu yang kita dan dia
punya juga sama, lalu bagaimana kita bersaing di dunia profesi jika inputnya
sama?
Misi ini
jelas sama dengan pakem bapak pendidikan Indonesia. Manusia diciptakan berbeda
– beda, bahkan tanaman yang ditanam secara bersamaan akan menumbuhkan bunga di
waktu yang berbeda. Umumnya pendidikan kita luput dari hal ini, di lingkungan
sekolah masih banyak yang berfikir bahwa beda berarti salah, salah artinya
nakal atau bodoh. Dan karena itu, kita tumbuh sebagai generasi – generasi yang
menghindari konflik. Konflik dalam artian pendidikan bukan pertikaian. Sampai
kapan masalah ini akan berlangsung, jika tidak protes terhadap kesalahan yang
kita lihat, kita tidak bisa berharap pada perubahan. Mulai lah berbeda agar apa
yang dilakukan selalu menarik dan diperhatikan, tidak perlu pengakuan, tapi itulah
dasar ilmu yang perlu diperjuangkan.
Pola asuh orang tua
Kebutuhan anak yang paling utama adalah
perhatian dan kasih sayang. Seorang anak yang dilahirkan dari rahim ibu secara langsung
itu memiliki kontak batin. Cara mendidik atau membesarkan anak sangat
dipengaruhi oleh pengalaman hidup dan kepribadian orang tua. Dan anak yang
dibesarkan oleh seorang pengasuh, akan lebih nurut kepada pengasuhnya dari pada
orang tua kandungnya. Era milenial sekarang ini banyak orang tua yang terlalu
sibuk dengan pekerjaannya, yang ada difikirannya kerja dapat bayak uang agar
anak bisa disekolahkan di sekolah favorit. Tapi tidak begitu, jangan pernah
berfikir bahwa kebahagiaan anak dapat dihitung secara matematis. Tumbuh kembang
anak ada di tangan orang tua, masa depan anak ada pada diri mereka, tergantung
orang tua mengarahkan, bukan baby sitter.
Bibit kebohongan itu ada,
kalau kita bohong terhadap anak kita, kelak dia akan merasa pernah dibohongi,
dan jika dia sadar telah dibohongi, bohong akan menjadi hal yang wajar, dan
merasa mungkin dia boleh bohong terhadap orang lain. Ini yang menciptakan bibit
– bibit kebohongan, hilang integritas, berada di lingkungan berbeda dan kita
tidak tahu mungkin saja bisa jadi koruptor. Bersikap demokratis lah terhadap
anak, anak
dalam keluarga yang bersifat demokratis akan mempunyai tanggung jawab yang
besar terutama dalam menyelesaikan tugas-tugas pelajaran di sekolah, mampu
berinisiatif dan kreatif serta mempunyai konsep diri yang positif yang akan
berpengaruh positif pula pada tindakan dalam lingkungannya. Ini memberikan
gambaran bahwa betapa pentingnya pola asuh orang tua untuk masa depan anaknya.
Guru Berpendidikan
Dalam perspektif ini,
bahwa tolak ukur keberhasilan seorang guru itu bukan ditentukan oleh
kepala sekolah maupun prestasi individu, tapi justru oleh murid – muridnya.
Keberhasilan guru utamanya tercermin pada perubahan positif yang
dialami oleh murid – muridnya. Sebagaimana belajar, dari tidak tahu
menjadi tahu, dari tahu menjadi mengerti, dari mengerti menjadi faham.
Begitulah prosesnya, sedari dini memang sudah harus di didik untuk berproses.
Kita kesampingkan dulu yang namanya kompetensi guru dengan segala pelatihan –
pelatihannya. Itu hanya kepentingan pribadi mereka, tidak lain hanya membuat
mereka lebih banyak meninggalkan kelas saat jam belajar – mengajar. Sudahkah
mutu guru menjadi lebih baik dengan segala program dan kurikulum yang ada? tentu
saja belum, karena mutu pendidikan ditentukan oleh kualitas guru. Yang lebih
penting adalah bagaimana seorang guru dekat dengan murid. Sehingga murid merasa
enjoy saat proses belajar,
buat murid minat dengan pelajaran. Dengan perasaan yang senang murid akan cepat
menyerap apa yang guru sampaikan, dengan begitu minat belajarnya semakin
tinggi. Guru adalah orang tua di lingkungan sekolah, penting bagi orang tua
untuk selalu menjalin komunikasi dengan guru. Perlu di catat bahwa apapun yang
dilakukan oleh guru adalah untuk kebaikan murid. Sebagai orang tua jangan
pernah batasi hal ini, jika dirasa kurang berkenan komunikasikan baik – baik.
Bukankah mendaftar di sekolah tertentu adalah pilihan orang tua? maka dari itu
mempercayakan anak kepada seorang guru juga merupakan pilihan orang tua. Guru
adalah pahlawan tanpa tanda jasa, sampai kapanpun kalimat tersebut tak kan
runtuh diterpa jaman. Dedikasi, semangat, perjuangannya mendidik tak bisa
terlukiskan, dengan semua yang telah dilakukan oleh seorang guru, apakah di
negeri ini guru sudah menjadi profesi terhormat?
Dari
penjabaran di atas merupakan keterkaitan yang dapat kita jadikan refleksi
terhadap dunia pendidikan di Indonesa. Guru
yang efektif memiliki keunggulan dalam mengajar (fasilitator); dalam hubungan
(relasi dan komunikasi) dengan peserta didik dan Orang tua. Maka penting pula
membangun suatu etos kerja yang positif yaitu: menjunjung tinggi pekerjaan;
menjaga harga diri dalam melaksanakan pekerjaan, dan keinginan untuk melayani
masyarakat. Dalam kaitan peningkatan mutu kinerja mari bekerja sama secara
profesional. Sebagai orang tua
dan pendidik (guru) yang baik, kita telah punya pakem komplit yang telah di
cetuskan oleh Ki Hadjar Dewantara. Ilmu itu dinamis, selalu berubah – ubah
seiring perkembangan jaman, jangan berhenti belajar, dimanapun, dan kepada
siapapun. Tepat di hari
pendidikan nasional ini kita perlu menyadari bahwa tujuan pendidikan adalah
memanusiakan manusia. Pendidikan hendaknya mampu melahirkan pribadi – pribadi
yang lebih manusiawi, berguna dan berpengaruh di masyarakatnya, minimal dapat
bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
Terlahir 25 tahun lalu di Nagrig, manusia ini menjelma
menjadi pemain sepakbola andal yang pernah dimiliki Mesir. Saat ini Mo Salah menjadi top skor sementara English Premier League dengan torehan 33 gol. Dan setelah pertandingan
semifinal leg pertama liga champions semalam menumbangkan AS Roma dengan skor
meyakinkan 5 – 2 di Anfield stadium. Tentunya hasil tersebut mempermudah laju Liverpool FC di leg kedua yang akan berlangsung di olimpico stadium, Roma. Tak hanya The Reds (fans Liverpool) yang senang bukan kepalang, para pencinta sepakbola tentu menanti seorang
manusia selanjutnya yang menerima penghargaan sebagai pemain terbaik dunia. Setelah
manusia terakhir yang menyabet gelar tersebut adalah Ricardo Kaka, pemain
sepakbola yang menerima penghargaan FIFA Ballon D’or selanjutnya adalah alien
dan robot. Ya…mereka adalah Leonel Messi dan Cristiano Ronaldo. Dua pemain
yang berbeda karakteristik, dua pemain yang menjadi tolak ukur sepakbola
modern, dan diusung pula oleh brand ambassador yang juga bersaing. Bisa anda
bayangkan betapa malangnya seorang pesepakbola yang memiliki posisi yang sama
dengan keduanya, seolah mereka terlahir di generasi yang salah. Tapi tidak
untuk musim ini, ucapan generasi yang salah akan berganti dengan kalimat
generasi-nya Salah.
![]() |
| Manusia Selanjutnya Yang Menjadi Pemain Terbaik Dunia |
Pesepakbola Religius
Mohammed Salah banyak menginspirasi pesepakbola muslim lainnya di negara
asalnya, bahkan di dunia. Karena tidak mudah untuk seseorang, taat beribadah
dengan profesi sebagai atlet sepakbola. Tapi salah membuktikannya, dia (salah)
mengajarkan umat muslim betapa pentingnya meminta dan selalu berharap kepada
sang maha kuasa. Disela kesibukannya selalu ada waktu untuk salat berjamaah di masjid,
yang tentu memudahkan fans Liverpool bertemu. Mereka hanya perlu menunggu
diluar masjid, saat Salah sedang menjalankan ibadah. Ketika kerja kerasnya di
lapangan selalu teriring dengan doa dan harapan kepada sang maha kuasa, maka
terjadilah. Membaca ayat suci al – quran sebelum pertandingan adalah ritual
yang selalu ia lakukan, subhanallah. Inilah awal Salah akan memunculkan Salah
Salah lain di dunia ini.
![]() |
| Mo Salah membawa dan membaca Al-Quran |
Pemain Kidal
Sebenarnya Salah tidak sepenuhnya kidal, kedua kakinya sama baiknya ketika memainkan si kulit bundar. Tapi jelas kaki dominan seorang mo salah adalah kaki kirinya. Berposisi sebagai sayap kanan yang sering melakukan aselerasi ke jantung pertahanan lawan, tentunya sangat cocok dengan tipe permainannya di lapangan. Lari – tekuk – lari – tekuk – passing – tekuk – shooting, khas seorang pemain kidal lain laiknya Arjen robben, Leroy Sane, Juan Matta, Paulo Dybala, bahkan Leonel Messi. Seorang pemain kidal selalu berkarakter, umpan manja, plessing terarah, gocekan yang susah ditebak lawan. Membuat banyak pemain kidal selalu dibutuhkan sebuah tim. Biasa dipasang di sektor sebelah kanan, menjadikan pemain kidal nampak lihai memainkan sikulit bundar. Bahkan Arjen Robben pernah ditanya oleh seorang wartawan “bagaimana anda bisa melakukan hal itu (menggunakan kaki kiri), lalu untuk apa kaki kanan anda?” dan sambil tertawa Robben menjawab “hanya untuk berdiri”. Sesimpel itu, tidak banyak yang harus dilakukan, tetapi tugas di lapangan sangat terasa. Itulah kenapa banyak pemain kidal istimewa dan banyak mencipakan perubahan dalam sebuah pertandingan.
![]() |
| Firmansah |
Top Skor
Sementara Liga Terbaik Dunia
Keputusan yang tepat untuk berlabuh ke klub sekelas Liverpool, dan di
liga terbaik dunia. Kepindahan Salah dari AS Roma musim panas lalu membuat fans
Liverpool segera melupakan Luis Suarez. Bahkan saat ini dengan adanya Salah Liverpoldian
sudah lupa siapa itu Suarez, karena tertutup dengan permainan impresifnya. Salah
bukan orang baru di premier league, sebelumnya ia pernah membela tim kota London,
Chelsea. Berbekal pengalaman itu, Salah menjadi lebih baik di musim ini. Tidak hanya
itu, Liverpool juga punya Jurgen Klopp, dialah sosok penting di balik
penampilan apik salah musim ini. Satu hal yang diubah oleh Klopp, kini Salah
bermain lebih dekat dengan gawang lawan dibanding klub – klub yang pernah
dibela sebelumnya. Selain itu, penampilan Salah saat ini jauh lebih baik
dibanding tahun – tahun sebelumnya. Dari segi fisik, mental, dan gol tentunya. Satu
hal sederhana yang dilakukan Klopp membuat dampak yang luar biasa bagi Salah,
dan inilah yang dibutuhkan seorang Mo Salah. Bukan hal mustahil dengan 33 gol
yang ditorehkannya saat ini, dapat terus bertambah di sisa tiga laga dan dapat
menjadikannya Top scorer English Premier
League. Klopp tidak salah, Salah dan Klopp memang sudah klop.
Final Liga
Champions
Jika di italia AC Milan satu – satunya tim yang memiliki DNA Liga
Champions, sedangkan di Inggris ada Liverpool. Sejauh ini Liverpool telah
mengoleksi lima trofi liga Champions. Terakhir mereka dapatkan di Istanbul,
Turki. Laga final yang tentunya semua orang ingat adalah berhasil menyamakan
kedudukan 3 – 3 dari ketertinggalan tiga gol lebih dulu di babak pertama dan
menang dramatis melalui adu tendangan penalty. Miracle of Istanbul atau
keajaiban Istanbul menandai penyematan UEFA Badge Of Honour di lengan kiri
seragam kebanggaan Liverpool saat bertanding di ajang Liga Champion. Tidak,
bahkan musim ini Liverpool mampu juara Liga Champions. Ini suatu motivasi
tersendiri untuk Liverpool, menang skor meyakinkan di leg pertama, dan sudah
melangkahkan satu kaki ke partai final. Trio Firmansah (Firmino, Mane, Salah)
semakin bisa diandalkan, tentu mentalitas mereka akan di uji di laga – laga selanjutnya.
Tidak ada yang meragukan kualitas lini depan Liverpool. Semoga ini menjadi
musim luar biasa untuk Mo salah dan Liverpool.
![]() |
| #MoSalahBallonDor |
Dermawan
Satu kata untuk mengungkapkan siapa Salah di luar lapangan hijau adalah
Dermawan, tentunya dalam Bahasa Indonesia ini sangat tepat. Orang yang ikhlas
menolong sesama yang sedang membutuhkan, tanpa mengharapkan balasan. Salah menerima
gaji 120 ribu pounds per pekan atau setara Rp. 2,3 miliyar. Dari penghasilannya tersebut Salah tidak lupa
tanah kelahirannya dengan membantu orang-orang miskin, menambah alat pegobatan
di rumah sakit, menyumbang pembangunan sekolah, dan teman-temannya di masa
kecil dulu. Bahkan, ia masih bermain bola bersama teman-temannya di saat
jeda/libur kompetisi. Salah memang bukan tipe pemain sepakbola pada umumnya,
yang sering berpesta usai pertandingan. Inilah mengapa Salah pantas menjadi
sosok panutan bagi orang – orang di kampung halaman, dan negaranya. Salah adalah
cermin pemain sepakbola yang sesungguhnya. Semoga kedermawanan Salah banyak
menular pada diri pesepakbola lain, dan atlet muda yang ingin berkarir di industri
sepakbola.
Semoga apa yang dilakukan Salah melalui sepakbola dapat menginspirasi
lebih banyak manusia di bumi. Kerja kerasnya di dalam lapangan dan kedermawanannya
di luar lapangan merupakan cermin pesepakbola sesungguhnya. Dengan performanya
yang terus menanjak bukan tak mungkin salah akan lebih banyak lagi mendapat
gelar pribadi maupun klub. Kini sepakbola telah beregenerasi dan memiliki sosok
idola yang baru. Sungguh manusia yang pantas menerima FIFA Ballon D’or selanjutnya.








